Mohon Maaf

Posted in Design, Miscellaneous

mohon maag.

Tokidoki on Karmaloop TV

Posted in Toys, Video

Toys update! again! … gosh…

Posted in Toys

A couple of days ago, I’ve read one of my friend status on her Facebook, it written, "I feel broke, but I’m happy", that’s precisely what i’m feel right now. Gosh, lately I cannot hold myself to buy new toys again and again. In a last two months, as you can always see in many post about my new toys on reeblog, I facing what it called, over budget. Althought, honestly, I never set a budget to buy a toys, neither a monthly budget, but I realize i’ve spend too much on toys. But for sure, it won’t make me stop to buy another toys.. gosh.. ;)

Ok, enough for the ‘curhat’ and the bla bla bla… here they are!

Photobucket

1. The Saddest Devil (Original grey edition) - Devil Head Production

I really love this figure so much. His name is Keek, he had a very sad face. The concept and character are very unique. Just read the story that written on the back of The Saddest Devil box.

Not so long ago, in a place that is closer to most of us than we would like to believe, there lived a small demon named Keek. Keek spent most of his days performing repetitive and menial tasks in the bowels of the earth along with the other demons his age in hopes of one day becoming a true Devil. When that day finally came, Keek was summoned to meet Lucifer himself. “The time has come for you to grow into a true entity of evil,” Lucifer said, and with a quick prod of his pitchfork, Keek was overcome by a sense of invincibility and confidence. “You will be sent to walk the earth and create chaos and fear amongst all men.” As the last word left Lucifer’s lips, Keek was suddenly plunged into darkness. He regained his senses to find himself standing upon the vast landscapes of the surface world.

It took only a single day of observation to cast Keek into a deep depression. It quickly became clear that Man himself had already created far more chaos, fear and destruction than Keek could ever have caused on his own. Depressed and mortified by what he saw, knowing that his task had been taken from him before it began, Keek walked aimlessly into the darkening world, doomed to forever be…the saddest devil.

That’s very simple yet amazing concept. This is one of many reason I love designer toys. 

Give me more!

Another Tokidoki Toys

Posted in Toys

 

Beberapa koleksi toys-nya Tokidoki yang saya punya. Termasuk Mozarella yang sudah lama saya cari.

http://www.tokidoki.it/

Angela and My Two Cents Experiment

Posted in Miscellaneous, Music

http://i159.photobucket.com/albums/t142/rizalrenaldi/photoart/angela-AE.jpg

Definetely nothing, just to show my respect to Angela Gossow, a vocalist of Swedish melodic death metal band, Arch Enemy. This picture also my experimental retouched photo of Angela that taken from the internet. Just type "Angela Gossow" on Google and you’ll easily find the original picture. Picture frame template of Kodak Ektachrome also taken from the internet, but I forget the link. I’m not sure about how Kodak Ektachrome look, it is match with my retouched photo or not, simply I don’t too much think about that.. hehe..

Bob Slug, Trexi Kozik, and Lomo… Lomo?

Posted in Toys

Another toys update! yaayy! And yes, it’s Kozik happy time! Here they are, Big Bog Slug by Frank Kozik X Kidrobot, and Trexi 3.5" Kozik No Future (white) and also Kozik No System (black). Yes, there you are. Wait the minute, how about the Lomo part? Just keep reading, you’ll find the answer :)

Big bob slug 1

Give me more!

Telkomsel Flash Playing Around Again

Posted in Curah Rasa, Computer Things, Internet

Sudah dua hari terakhir ini Telkomsel Flash yang saya gunakan berperilaku aneh dan mengesalkan. Kejadian pertama terjadi hari sabtu malam (30-8-2008), saya online, lalu tiba-tiba koneksi terputus. Saya coba reconnect, di halaman informasi menampilkan data yang tidak seharusnya. Box "Paket tarif anda" kosong, Sisa waktu akses saya 00:00:00, padahal saya baru saja mengisi ulang pulsa Telkomsel Flash time-based saya, dan saya yakin betul saat itu sisa waktu akses saya tak kurang dari 23 jam. Koneksi berhenti (terputus) setiap detik ke-9. Saya coba klik "Stop browsing" dan saya coba lanjutkan paket akses, ternyata masih juga berperilaku seperti diatas. Saya lelah, dan saya pun tidur.

Siang harinya saya coba mengakses Telkomsel Flash saya lagi. Betapa terkejutnya saya ternyata sisa waktu akses saya hanya menyisakan 11 jam. Ini berarti selama koneksi internet Telkomsel Flash tidak saya gunakan, counter waktu aksesnya terus berjalan! Saat itu juga saya langsung menghubungi customer service Telkomsel via e-mail. Responnya lambat. Setelah mengisi data bla bla bla, baru keesokan harinya saya dapatkan reply e-mail dari sang CS, bukan dari auto-reply sistem CS Telkomsel. Itupun dengan jawaban yang diplomatis, tidak memuaskan, dan saya diharuskan menunggu konfirmasi selanjutnya.

Malam ini (1-9-2008) saya coba mengakses lagi, ternyata koneksi lancar, hingga pukul 10.20 lagi-lagi koneksi putus mendadak. Ketika saya coba reconnect, lagi-lagi perilaku aneh seperti yang saya tuliskan diatas terjadi lagi. Tidak berpikir dua kali saya langsung hubungi lagi CS Telkomsel via e-mail. Begini isinya:

halo telkomsel..

Malem ini kejadian lagi. Saya jelasin kronologis lengkapnya.

1. Saya bisa bertahan online sejak jam 9 malam tadi, dan lancar.
2. Jam 10.20 koneksi tiba-tiba putus mendadak, dan saya harus reconnect lagi.
3. Begitu masuk halaman utama saya klik "lanjutkan pemakaian"
4. Begitu masuk ke halaman informasi, yang terjadi adalah akses berhenti di detik ke 9.
seperti terlihat di screenshot di bawah ini: 

bisa dilihat bahwa box validitas paket kosong. dan sebelum detik ke 9 ini, box Paket Tarif juga kosong.

5. Nah, di titik ini, saya disconnect kan koneksi t-flash saya.
6. setengah jam kemudian saya akses kembali, masih juga berhenti di detik ke 9. 
7. Saya amati akses saya sudah berkurang setengah jam, yang berarti selama saya tadi tidak menggunakan akses internet t-flash, counter akses masih terus berjalan. 

begitu kira2 kronologis dari kejadian terakhir malam ini 1 sepetmber 2008, pukul 22:00-22.30.

Mohon informasi secepatnya.

Terima kasih.

Sampai dengan tulisan ini saya post (1-9-2008/11:22PM), belum ada e-mail balasan dari CS Telkomsel mengenai hal ini, dan saya masih menunggu penjelasan dari CS Telkomsel.

End note: Saya sudah berkali-kali post tentang keluhan saya terhadap Telkomsel Flash di reeblog, tapi apa mau dikata, saya harus menelan segala macam keluhan saya ini. Berpindah ke provider lain juga bukan solusi, karena sampai saat ini, belum ada provider lain yang se-fleksibel Telkomsel Flash time-based. Dilematis memang, satu sisi saya terus mengeluh, disisi lain juga saya butuh. Serba salah menggunakan internet di negeri ini.  

Movie Review: Electroma

Posted in Music, Movie

Electroma

Satu kata saja: Aneh. Eitss, tapi sebentar, walaupun satu kata itu sedikit bermakna negatif, tidak lantas tulisan ini dibuat untuk memaki-maki sebuah film berjudul Electroma. Tidak. reeblog bukan tipikal begitu. Semua yang tertulis disini tentu saja semua yang sang penulis (saya) suka, kalau saya nggak suka, ngapain di-review? hehe. Back to the topic.

Electroma adalah judul sebuah film garapan duo asal prancis, Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo, yang sangat dikenal di scene musik elektronik sebagai Daft Punk. Dirilis tahun 2007 dan 2008, film ini merupakan film ketiga mereka setelah D.A.F.T dan Interstella 5555. Electroma juga sempat tayang di festival film Cannes, dan hampir sebagian besar penonton saat itu meninggalkan teater tempat film itu diputar sebelum film berakhir. 

Film experimental ini bercerita tentang dua robot (mirip dua personil Daft Punk) yang mengunjungi sebuah kota kecil untuk merubah diri menjadi manusia. Scene dibuka dengan dua robot menaiki sebuah mobil dengan plat bertuliskan “HUMAN“, menuju ke sebuah kota kecil. Mereka berdua berniat untuk merubah diri menjadi manusia di sebuah fasilitas eksperimental. Dua robot ini dilumuri cairan latex yang menutupi helm mereka menjadi sebuah wajah manusia. Penduduk kota yang semuanya adalah robot, dengan atribut helm yang sama dengan Daft Punk gunakan, marah dengan apa yang mereka lakukan, sampai akhirnya mereka berdua dikejar-kejar oleh penduduk lokal kota kecil tersebut. Latex yang menempel di helm mereka pun luntur karena panas matahari. Film berakhir dengan dua robot tersebut yang bunuh diri di tengah padang pasir gersang. Satu robot bunuh diri dengan mengaktifkan tombol ’self-destruct’ di punggungnya, dan satu robot lagi bunuh diri dengan membakar diri.

Film dengan durasi hampir 70 menit ini total tanpa dialog. Beberapa scene juga sangat panjang durasinya. Cenderung membosankan. Ekspektasi awal saya ketika menonton film ini, bahwa saya akan menemukan lagu-lagu Daft Punk diputar di film ini. Saya salah. Tidak ada satupun lagu Daft Punk diputar di film ini, bahkan lagu-lagu yang menjadi back song film ini merupakan lagu orang lain, yang bukan lagu Daft Punk. 

Electroma

Film ini sebetulnya sangat sederhana. Plotnya standard. Hampir tak ada yang spesial dari film ini. Cenderung membosankan, sangat surealis, absurd dan seperti yang saya bilang, aneh. Tapi justru itulah menariknya! Saya melihat banyak sekali scene-scene yang mencoba menggunakan bahasa visual yang sebetulnya sederhana, tapi itulah esensi bahasa visual. Dari awal sebenarnya film ini sudah mencoba bertutur visual. Sepinya suasana padang pasir gersang, bebatuan tebing yang membisu seolah membentuk sosok tertentu, sampai ke hal yang sangat sederhana, plat mobil bertuliskan “HUMAN“. Tanpa ada sound effect, tanpa ada musik, tanpa ada dialog, aspek-aspek itu membentuk ambient tertentu yang saya pikir pas untuk film ini. Semua visual ditampilkan apa adanya, tanpa ada campur tangan manipulasi teknologi. Jikapun ada, hal tersebut tidak dimaksudkan untuk memanipulasi visual dan membuat ‘efek spekta’ dari film ini. Oh ya, jika anda juga mendengarkan rilisan Daft Punk, pasti anda sudah mengerti apa yang mereka maksudkan dengan menuliskan “HUMAN“ pada plat mobil tersebut.  

Film ini menjadi perlu bagi mereka yang bosan dengan ke-super-fantastis-an film-film hollywood yang penuh dengan efek dan manipulasi visual. Jujur saya akui, film ini juga tidak terlepas dari Daft Punk sebagai sosok subjek dibalik film ini, yang membentuk pola pikir saya ketika menonton film ini. Sebagaimana juga film-film eksperimental lainnya, film ini ditujukan sebagai alternatif hiburan dan alternatif santapan visual, yang buat saya menjadi stimulus yang membangkitkan ide dan imajinasi.

Burung Apa?

Posted in Curah Rasa, Miscellaneous

 

Dirinya: jal, rek nanya :D
Diriku: apa tuch?
Dirinya: logo visit indonesia
Dirinya: kata lo burung apa?? :D serius neh
Diriku: emang itu burung?
Dirinya: nu visit indonesia 2008
Diriku: burung apa ya?
Dirinya: atuh lah :D
Diriku: mari kita tanya pada ahli burung …
Dirinya: hahahah
Dirinya: ah maneh mah kitu
Diriku: mm, saya dapet wangsit .. kayaknya sih burung garuda
Dirinya: hahahha
Dirinya: bukan cendrawasih??
Diriku: lho, emang udah diganti?
Dirinya: kaga, masih yg dulu
Dirinya: ktny itu cendrwasih
Diriku: oo, itu udah diganti berarti.. dulu burung garuda men…
Diriku: sumpah dulu garuda
Dirinya: masih yg stilasi da
Dirinya: maneh mah..ngebodor
Diriku: :))
Diriku: saya emang kurang dalam hal perburungan .. burung sih punya .. tapi gue gak doyan liatin burung, apalagi burung punya orang
Dirinya: parah lo :) ):))
Dirinya: yayayayyaya, tengkiyu lah
Dirinya: daripada ngomongin burung wae… hehehe
Diriku: hidup burung!
Diriku: :))

Mmm, ini yang kesekian kalinya saya bikin post tentang percakapan saya dengan seorang kawan via YM. Seperti biasa, nuansanya selalu absurd dan sarat kejutan, yang memaksa saya untuk mempostingnya di reeblog. Uniknya, percakapan dengan nuansa seperti ini selalu terjadi ditengah jam-jam ‘prime time’ dengan padatnya kerjaan kantor. Mungkin jam-jam segitu kawan-kawan saya banyak yang dilanda stress, lalu melampiaskannya ke saya (yang juga stress :P ) via ym. Tidak apa-apa, saya pun sering kali malah terhibur, dan tidak merasa terganggu.

Mari meracau di prime time :)

Symphony X - Set The World On Fire

Posted in Music, Video


http://www.symphonyx.com/