11
07/08
Think The Opposite
Posted in Advertising, Curah Rasa, Books
Kira-kira 2 tahun lalu, Saya lihat buku "Whatever You Think, Think The Opposite" ini tergeletak di sofa kost-an seorang kawan. Entah kenapa saya tertarik sekali sama covernya, tapi saat itu saya sama sekali tidak membuka bukunya, hanya memegang, membolak-balikan bukunya, lalu saya simpan lagi. Beberapa hari yang lalu, Saya teringat kembali buku itu, dan saya pengen banget baca buku itu. Untuk urusan buku, terlebih yang harga jualnya relatif murah, saya tahu persis kemana harus mencari, Omunium di Bandung. Saya kontak Omunium ternyata mereka punya kopi buku yang versi terjemahan Indonesia, versi Inggris mereka gak punya. Gak apa-apa, Saya ambil.
Beberapa saat setelah membeli buku ini, rencana saya, saya tidak akan langsung membaca buku ini. Saya akan cicil buat waktu senggang nanti, sekarang saya cuman mau lihat beberapa halaman awalnya saja. Ah, tapi dasar ini buku bagus yang sekali anda baca awalnya, anda gak akan sempat berpikir untuk berhenti ditengah halaman. Alhasil malam itu juga buku ini selesai saya baca hingga halaman terakhir. Jujur, ini pengalaman yang gak biasa buat saya, membaca langsung buku yang baru saya beli dan selesai baca seluruh buku dalam waktu yang sangat singkat, gak lebih dari 30 menit.
Paul Arden memang cocok jadi pemikir (filosof/filusuf?). Mantan executive creative director Saatchi & Saatchi ini memang luar biasa pemikirannya. Banyak hal-hal yang sifatnya keseharian dipaparkan dengan melihat lebih ke dalam, sehingga seringkali kita menemukan hal-hal yang tak kasat mata seolah keluar menyeruak. Buku ini amat ringkas, padat, dan jelas, bahkan beberapa halaman hanya diisi satu dua baris kalimat saja dengan ilustrasi foto atau drawing, yang menurut saya "sangat orang iklan banget"
Buku ini cocok buat orang yang menginginkan "pengalaman lain" dalam hidupnya, cocok juga buat orang yang senang menerima tantangan baru, dan tentu saja cocok buat orang yang selalu berpikiran positif, atau yang ingin mengetes seberapa optimisnya kita dalam menjalani hidup. Seperti pepatah kuno orang kita, "ya kalo bisa hidup sih yang lurus-lurus aja deh..", nah dengan mengikuti saran dari buku ini, semoga hidup tak lagi hanya "lurus-lurus saja". Ya, memang sedikit beresiko, tapi apalah artinya jika dibandingkan berharganya pengalaman setelah kita melakukan hal yang "sedikit beresiko" tersebut. Seperti sebuah kalimat yang terdapat di akhir penutup buku ini, di halaman 136 …. "Ubah saja hidup Anda".





