Twitter Background: My point of view

Posted in Curah Rasa, Curah Ide, Design, Internet, Tips&Trik, Blogging

In the past 1,5 years until today I’ve been using Twitter as one of my social-networking or micro-blogging tools on the internet. Honestly, for me (and for others thousand people I believe) Twitter is the best micro-blogging tool in the universe that actually can revolutionary change the way you think and the way you act, both in the internet life and actual life. There’s so many interesting things around Twitter, beside the chat, useful links, friendship and so many many amazing things on Twitter, there’s one thing that related to kind of visual thingy, the thing that always be my interest, oh and it’s my primary job actually related to visual :) that thing is: Twitter profile background.

Instead of discussing about technical issues like ‘how to make a Twitter background’ or ‘what size is the Twitter background’ or something like that, I’ll addressing more into the concept of background itself as a one of the visual element, that I believe, need more attention to it. I’ve seen so many kinds and so many people doing customs on their Twitter profile background. One thing that also interesting, there’s a website that compiling and showcasing a lot of great Twitter profile background. Day after day looking on different kinds of Twitter background, either on my Twitter followers profile background or from the many Twitter background showcase websites, it has pushed me to write some of my own notes about what the best way to designing our own Twitter profile background. On this notes, I’ll give some example on people’s "common mistakes" about the Twitter background. Mmm, but i’m not trying to tell you that I have the best Twitter background. No. Even my background is far from perfect tho :)

So, here we go…

1. It’s about "Twitter Background", but let’s focus on the second word: Background.

As a part of visual element, the definition about "background" as I noted from Wikipedia is "the part of a scene that appears to be farthest from the viewer". Let’s highlight the word "farthest" for a while and keep it in mind. On the other side, as an opposite of background, there’s also a visual element called "foreground", which I believe, the definition of "foreground" is the other way from the "background" definition. The background should be treat as a BACKground and should not be treat as FOREground. It means, the background should not much attractive than it’s foreground. Why? because it’s BACKground (remember the word "farthest"), and we should consider that the background is ‘later’ than foreground. Without saying the background is less important, sorry to say, but foreground is much more important. Why? Let’s see the illustration below. 

 click to enlarge

Commonly the foreground (and it should be) containing a main/primer object(s) of information such as text(s) or image(s). These primary element (foreground) is the main thing that should be seeing first by eyes rather than the background. The background is a supporting element and the good background should (errr, MUST) help this foreground to be more visible/stand out. The background is far and foreground is near. Back and Front. Simple isn’t? :) I’ve seen so many people lost on it’s meaning of background and they applied misconception about background on their Twitter profile background.

2. Do you see a redundant?

"Why should I read your name twice? Why should I read your website URL twice? Why should i read your bio or your interested things twice? and why should i see your ugly avatar twice? :D "  — (Keep open the illustration above)

We should thanks to Twitter that have been so nice to give us a certain area that can be fill up with our personal information on the sidebar. In my humble opinion, use it properly! so we don’t need to repeat the information again on our background. I still believe that the best twitter background is contain other informations, literally or visually, that could not be delivered by the default Twitter information sidebar.

I planned to make a great Twitter background, but it ended with dizzying people that came to my profile.

More crowded, more visible, more eye-catching, but keep in mind that it’s just a BACKGROUND.

 

3. Your Twitter profile background is not for yourself, it’s for your next thousand potential followers! (to catch your unique personality)

Yes, custom things make it more personalized, but it doesn’t mean "WTF with people says". Of course the Twitter background is the area that we can customize to match with our brand personality. It show who we are, sometimes it also show what we capable for (your particular skills; maybe on art, design, photography, business or it can be anything). But trust me, you’ll never look at your twitter background twice and sure neither your followers, but for other people, first look on your Twitter background is the most crusial part for them to seeing you as a unique person and it will end up with how people will decide to follow you or not to follow you (yes believe me, that’s one of the visual power that sometimes people could not realize that visual capability).  

People these days are getting sharpen and more aware to visualize and to show their unique brand personality, even if they’re not visual designers, i’ve seen so many Twitter background that well-done designed and have a strong personality, but in many cases they’d missed about the basic background-foreground concept. Redundant information on background also another thing that always make me unpleasant because the Twitter profile page it self is already crowded with the tweets timeline. 

You can agree, but in the other side you could disagree with this issue I’ve written above. So let me hear your thought about it :) Oh ya, don’t forget to follow me on Twitter! ;)

My Gagas Awards 08 Failed Submission

Posted in Advertising, Curah Ide, Design, Event

Gagas Award 2008 - Rizal Renaldi - Anom Bayu

2008 © Rizal Renaldi / Anom Bayu

Hancock dan Brand

Posted in Advertising, Curah Ide, Design

Beberapa minggu lalu saya menonton film berjudul Hancock, yang dibintangi oleh Will Smith. Bercerita tentang seorang superhero (Will Smith) bernama Hancock yang berkelakuan tidak selayaknya superhero yang ada dalam standar persepsi kita tentang seorang “superhero”. Hancock sebagai superhero yang digambarkan di film ini lebih tepat disebut begundal, perusak kota, dan pemabuk, namun betul-betul memiliki kekuatan layaknya Superman. Sampai akhirnya Hancock bertemu dengan seorang konsultan public relation bernama Ray Embrey, yang baru saja kecewa karena ide CSR (Corporate Social Responsibility)-nya ditolak para board of directors sebuah perusahaan farmasi. Alhasil sang konsultan brand ini “membantu” Hancock untuk merubah citranya menjadi superhero yang benar-benar superhero sebagaimana superhero semestinya.

Sebenarnya filmnya tidak berhenti sampai disitu, namun saya cukupkan ceritanya sampai disitu saja dulu, karena yang akan saya bahas disini lebih kepada bagaimana film Hancock mencoba mendeskripsikan secara sederhana perihal Brand dan Branding, lewat sebuah objek bernama “Hancock”.

Anggap saja Hancock adalah sebuah produk atau jasa. Persepsi konsumen (masyarakat kota) tentang Hancock sedemikian buruk, dan ini berpengaruh terhadap citra (image) Hancock. Harus dilakukan “langkah-langkah terintegrasi” yang akan merubah citra Hancock menjadi lebih positif sehingga nantinya Hancock lebih bisa diterima oleh konsumen. Satu hal yang perlu diingat bahwa Hancock adalah manusia. Dia memiliki sifat, karakter, dan kepribadian yang unik (disadari atau tidak). Semua elemen yang terlihat, terasa, terdefiniskan, terjewantahkan dari seorang Hancock nantinya harus bisa membentuk persepsi orang lain menjadi positif. Kurang lebih begitulah misi Branding Hancock ini. Misi ini juga yang dalam film tersebut dipegang teguh oleh Ray Embrey, yang dalam film tersebut menjadi seorang konsultan public relation dan juga menurut saya menjadi konsultan brand.

Sampai titik ini, jika Anda belum menonton film Hancock, Saya sarankan Anda untuk menonton filmnya terlebih dahulu. Sesudah menonton filmnya Anda bisa melanjutkan membaca tulisan ini. Jika ternyata Anda sudah pernah menonton filmnya namun belum sempat menyadari kaitan film ini dengan “Brand” dan “Branding”, Saya sarankan juga untuk menonton kembali filmnya untuk menyegarkan dan menguatkan kembali ingatan Anda tentang Hancock.

Inilah beberapa poin yang berhasil saya kumpulkan, dalam kaitan Hancock dengan Brand dan Branding:

• Brand harus “kuat” dan “jelas”
• Brand yang baik harus terencana dengan baik

Sejak awal sebenarnya film ini sudah memberitahukan satu hal pada kita perihal “kuat”, yaitu esensi dari superhero itu sendiri, yaitu “kuat”, dan brand harus “kuat”. Tapi mari kita batasi film semenjak Hancock masuk penjara. Saat itu adalah saat dimulainya proses pembentukan brand Hancock. Mencari core identity dari Hancock, menyadari hal apa saja yang layak dan tidak layak dilakukan, perlu dan tidak perlu dari Hancock (5W+H), menyadari SWOT atau TOWS (Strenght, Weakness, Opportunity, Threat) dari Hancock, dll. Semua hal ini mendeskripsikan bahwa sebuah brand harus kuat dan jelas. Brand must be well-planned. Find it’s core identity, like Hancock at the jail.

Photobucket

• Brand harus fokus dan tunggal
• Brand yang besar adalah brand yang bisa me-maintain dirinya

Anda ingat konflik di film ini ketika Hancock bertemu dengan istrinya? Di film tersebut disebutkan bahwa Hancock tidak boleh berada berdekatan dengan istrinya tersebut karena kekuatan keduanya akan hilang, dan ini akan menyebabkan musuh-musuh mereka dapat dengan mudah menghabisi mereka. Single, well propositioned, not a kind, it’s must be the only one, must be unique. Another of a kind will just screw up the brand. Brand are threatened in every seconds. Keep maintain it. Fight it’s enemy. Huge brand doesn’t mean a conducive situation. Competitors will always hunting huge brand down, no matter how longer, no matter how it cost. 

 

• Brand adalah tentang persepsi
• Brand harus “nyata” bagi semua orang (konsumen)
Ingat ketika saat Hancock berada di penjara, lalu ternyata situasi di luar sana menjadi tidak kondusif. Kejahatan meningkat, polisi kewalahan menghadapi para penjahat. Saat itu adalah momen yang tepat untuk membentuk brand Hancock menjadi lebih positif. Dan benar saja, ketika Hancock melakukan aksi heroik dan positifnya yang pertama sejak ia dipenjara, lalu berhasil mengalahkan para penjahat perampok bank dan menyelamatkan para pengunjung bank yang ditawan perampok, persepsi masyarakat berubah 180 derajat menjadi sangat positif. Coba lihat foto yang saya sertakan untuk poin ini. Saat terjadi perampokan itu, padahal Hancock sama-sama menghancurkan fasilitas disekitar bank tempat terjadinya perampokan, tapi citranya mulai berubah karena saat itu Hancock mulai mempertimbangkan untuk menolong orang. Perception: People always remember a little bad things rather than a million good things. Actually, “old asshole hancock” was a brand. But it’s not a lovable brand. But it’s still brand anyway. The brand that doesn’t sell.

 

• Brand harus dikomunikasikan
Brand and publication (’initiative promo’ by media, hancock press conference), and sure media will build the brand.
Dalam film Hancock, Ray Embrey memberikan sebuah kostum kepada Hancock didalam penjara. Kostum disini bisa disebut brand attributes and brand communication; it’s part of visual communication. Brand also must be supported by many kind of communication channel (Public Relation, Publication, and of course Visual Communication).



• Brand bukan (semata) logo
Hancock have no logo on his chest, but if it’s well branded, the “logo” will always be remembered by consumers (people).
Namun bukan berarti logo menjadi tidak penting dalam Brand. Jika Anda sadari, hampir semua superhero memiliki simbol atau tanda (biasanya menempel di dada di kostumnya), hal ini menegaskan pentingnya visual sebagai sebuah tanda yang berkaitan dengan objek yang diwakilinya, inilah definisi logo. Dan sebuah visual (logo), akan (dan harus) mudah sekali diingat oleh setiap orang. Ketika anda mengingat huruf “S” besar maka akan dengan mudah anda mengkaitnya dengan Superman. Jika Anda mengingat sebuah lambang kelelawar berwarna hitam, sudah bisa dipastikan Anda mengingat Batman, dan jika Anda mengingat sebuah tanda mirip “Checklist” yang disebut “Swoosh”, tentu saja anda mengingat Nike, bukan Reebok dan bukan Adidas.

Beberapa catatan lain tentang brand dari film Hancock:

• It’s hard to maintain the brand. Because it’s always many people behind it. They’re just human. So treat the brand like human. Like Hancock.
• Build the brand, keep it up in a well proposition, and maintained it. Once the brand get “hurt”, people will raise it up and they’ll become “volunteer of brand defense army”

Sources:
http://en.wikipedia.org/wiki/Hancock_(film)
http://www.imdb.com/title/tt0448157/

Dulu banget, Dulu, dan Sekarang

Posted in Curah Rasa, Curah Ide, Miscellaneous

1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10
A, B, C, D, E
000.000.000.000


Dulu waktu jaman SD, SMP dan SMA, saya mengejar ANGKA yang paling tinggi. Karena sangat ajaib kalau dapet angka 10, yang berarti "betul semua", maka dapet angka 9 itu berarti "pintar", dan dapet 3 itu berarti "bodoh" alias "goblok" alias "dungu". Beranjak ke bangku kuliah, sedikit terbalik, saya mengejar HURUF yang paling awal. Dapet "A" itu berarti "jenius", dan dapet "D" itu berarti "perilaku lu masih SMA". Lepas dari kuliah dan akhirnya bekerja, makin aneh dan makin terbalik, saya tidak lagi mengejar ANGKA-ANGKA dan HURUF-HURUF tersebut, yang saya kejar adalah 0 (nol). Makin banyak 0 nya berarti makin bagus dan makin sejahtera. Makin sedikit 0 nya berarti makin melarat. Nol (0) di SD, dan SMP, dan SMA berarti "mending lu jadi pemulung aja". Nol (0) di kuliah gak ada artinya sama sekali, gak bagus, dan juga gak jelek.

Life. 

reehythm new single!

Posted in Curah Ide, Music

Do you remember with reehythm first pack "Don’t You Ever Tell Me To Stop"? You get my word :) This is a new single from my next second pack, titled "2008bit". The song called "Collaboration with Aesthetic Sound From Planet Galabala", and yes, it quite long song title :P I’m still using MilkyTracker on my PowerBook for this song. It’s been a year and I still can’t get the real GameBoy :|

So please, download the mp3 file, and feel free to leave your comment about this single on comment section below :)
This song also released at Trax In Space (TiS): http://www.traxinspace.com/song/40589

Artist: reehythm
Song Title: Collaboration with Aesthetic Sound From Planet Galabala
Album: 2008bit
File Type: mp3
File size: 5.3 MB

DOWNLOAD NOW

P.S: *Duuhhh, belagak artis banget sih sayah… :P

 

HEY HEY UPDATE!

Check my latest chiptunes pack called 2008bit by click to this link:
http://rizalrenaldi.blogsome.com/2008/12/31/reehythm-2008bit/

 

Orang paling bejad di Indonesia

Posted in Curah Rasa, Curah Ide, Miscellaneous

Sebutkan satu nama orang paling bejad di Indonesia


Itu adalah pertanyaan yang saya lontarkan kepada empat orang kawan saya yang kebetulan sedang online di YM dini hari ini. Tadinya, saya berencana untuk mencari padanan tokoh dengan image "baik" dan "jahat" di Indonesia, untuk saya tuliskan di sebuah tulisan yang nantinya akan saya post juga disini. Tapi apa mau dikata, berhubung empat orang kawan saya itu lulusan rumah sakit jiwa terdekat, maka jawaban yang keluar pun sangat aneh bin ajaib, bocor, sarap, lengkap dengan alasannya… hehehe… dan karena jawaban-jawaban yang bocor itu pula saya jadi kepikiran untuk meng-compile jawaban-jawaban mereka kedalam satu tulisan ini, yang menyebabkan tulisan saya sebelumnya jadi gak beres, malah bikin satu tulisan baru (dasar memang saya juga sama gilanya dengan mereka mungkin ya :P ). Berikut cuplikan jawaban aneh dari mereka.

rizal


HERCULES
geus preman, bangga deuih!

Bob Hasan
Tukang ngagundulan hutan indon!

mun teu Surya Paloh weh, owner media gede kok terjun di politik!
can pernah diduruk massa apa!

rhoma irama mungkin…..?!
dia kan orang paling "sempurna" di dunia..
jelas2 ga da yang sempurna, kecuali judul lagu "sempurna" nya ada band
eh salah andra ben

musolini pak
mungkin itu juga
hehe
gue juga kadang2 jadi bejad pak kalau lagi kambuh hahah
tapi menurut gue orang bejad itu orang yang gak tahu siapa dengan dirinya sendiri
halah sampai salah nulis gue
maksud gue orang yang gak tahu siapa dirinya

oya ada juga namanya Ram Punjambi
ikin sinetron gak ada yang bner bikin orang kita tambah bodoh aja

Ah kalian ini (tajir, akhew, mike, iil), tulisan saya jadi gak beres gara-gara kalian! Saya nyatakan kalian adalah orang paling bejad di friend list YM saya… hahahaha… 

Pilkada Jabar

Posted in Curah Rasa, Curah Ide, Miscellaneous

Beberapa jam lagi akan dilangsungkan pemilihan gubernur Jawa Barat, yang akan mempertarungkan 3 calon pasangan cagub-wagub Jawa barat periode 2008-2013. Posisi saya masih di Jakarta, dan saya akan melewatkan hak dan kewajiban saya untuk memilih cagub Jabar kali ini, walaupun orang rumah memberi kabar, kemaren sudah mendaftarkan nama saya sebagai pemilih dan kartu pemilih pun sudah ada di rumah saya, begitu kata orang rumah via telepon kemaren. Orang rumah juga mengkonfirmasi apakah saya akan pulang ke Bandung untuk memilih atau tidak. Saya jawab tidak, karena saya masih ada kerjaan di Jakarta. Terlepas dari isu cagub-wagub Jabar, dan karena percuma saya tulis saat ini karena besok sudah dilakukan pemilihan :) Beberapa waktu lalu saya juga sempet baca visi-misi 3 cagub Jabar di blog ini. Baru sempat saya post tentang Pilkada Jabar saat ini, karena kemaren-kemaren sibuk dengan bung RS dan berbagai kericuhan tentang pemblokiran situs dan UU-ITE :)

Saya pribadi sebenernya pengen untuk memilih cagub dan wagub Jabar kalo memang waktu memungkinkan, saya akan pulang dulu, berhubung tidak memungkinkan seperti yang saya bilang, maka saya tidak memilih. Tapi saya melihat beberapa orang yang masih saja enggan untuk memilih di Pilkada Jabar 2008 ini. Kenapa sih enggan untuk memilih? Saya heran. Sehari-hari kita semua sering berkoar-koar tentang perlunya perubahan, perlunya reformasi, perlunya perbaikan, perlunya figur yang lebih baik, figur yang lebih bertanggung jawab, dan 1001 macam keluhan yang seolah tak pernah habis keluar dari mulut kita. Tapi giliran dipersilahkan untuk berpartisipasi dalam, contohnya Pilkada Jabar ini, eh malah enggan, dengan alasan yang sangat tidak masuk akal, seperti, “Males ah…”, atau “Ah buat apa milih toh akan begitu-begitu juga keadaannya…” atau malah yang lebih parah, “mending tidur/mending jalan-jalan…” …. Buset, parah! :|

Dulu, ketika Pemilu pemilihan presiden tahun 2004 (saat itu saya masih jadi mahasiswa), saya sering bilang ke temen-temen agar mereka menggunakan haknya untuk memilih. Se-apatis-apatis dan sepesimis-pesimisnya kita terhadap dunia politik di Indonesia dan seradikal-radikalnya pemikiran kita, tapi kita harus memilih! Kenapa? Jawabannya sangat sederhana. Pertama,apa susahnya memilih? Kedua, momen ini 5 tahun sekali, setidaknya 5 tahun sekali kita mencoba untuk pintar lah (dengan memilih), masa mau bodoh terus sih? Sehari-hari boleh lah kita jadi orang bodoh dan begajulan. Ketiga, itu tadi, kita setiap hari berkoar-koar, mengeluh, berdemo, menghujat pemerintah karena kebijakannya tidak pro-rakyat, tapi giliran disuruh milih, gak mau … kan aneh?. Padahal nyata-nyata pemilihan umum dilakukan agar ada figur baru yang mudah-mudahan lebih baik (dari figur yang lama), paling tidak untuk masa 5 tahun kedepan. Kalo figur terpilih ternyata gak becus? Ya pilih lagi yang baru dan jangan pilih yang lama. Terus, sampe kapan mau begitu terus? Sampai kapan pun! Perubahan ke arah yang lebih baik tidak mudah, bung! Buat saya, hanya orang bodoh (sangat bodoh) yang dengan sengaja melepaskan haknya (diluar kewajibannya) untuk memilih.

Mudah-mudahan Pilkada Jabar besok bisa berjalan lancar dan aman, dan mudah-mudahan figur baru nantinya bisa membuat Jawa Barat lebih baik dari sebelumnya.

Puisi buat Menkominfo

Posted in Curah Rasa, Curah Ide, Miscellaneous, Internet

Wahai Menkominfo siapakah yang kau bela?
Tujuh situs diblokir tak ada yang pernah rela
Aku bukan bocah yang mudah terpengaruh Fitna
Malah bikin susah tujuh situs kau buat hina

Wahai Menkominfo apakah kau sadar?
Banyak pengetahuan dan pendapatan berhenti berputar
Aksi blokir sangat tidak intelek dan sporadis barbar
Bukan solusi tambah melek malah makin bodoh mengakar  

-ree/2008
*edaannn, gua berbakat abiss jadi copywriter … huahuahuha :P Kalo ada yang mau nerusin silahkan … monggo dibajak!

Puisi ngarang bin ngasal diatas terinspirasi dari album Koil, "Blacklight Shines On", terutama 2 lagunya berikut ini:

kita membicarakan kenyataan dalam dunia yang tak kumengerti
kita membicarakan kepasrahan dalam spektrum yang hitam dan putih
kita merasa benar benar pintar memasyarakatkan kebodohan ini
kita membicarakan kenyataan dalam dunia fantasi

- Kenyataan Dalam Dunia Fantasi/Koil/Blacklight Shines On

peribahasa bodoh yang harus aku dengar
bagaikan suara halilintar
berkumandang memekakkan telinga
dari mulut pemimpin negara sampai para
pelawak pemberontak yang tidak merubah apa apa
dan para pelajar yang
merasa dirinya benar benar pintar

kau kira siapa dirimu
bisa membeli hidupku yang rapuh
mengisi hari bekerja dan patuh
bukan menjadi manusia yang tangguh
aku kira siapa diriku mencoba setia dan tunduk padamu
dan kutanya sanggupkah diriku
membawa mimpiku ke dunia yang baru
mengubur mimpiku agar semua bisa makan

ini negara bodoh yang sangat aku bela
layaknya kekasih yang tercinta
tiap jengkal aku mendaki terasa hampa
sebetulnya apa yang kita miliki? tak ada
kebanggaan terhadap diri sendiri? tidak juga
kepemilikan negara ini?
siapa yang kucacimaki?

kamu dididik untuk bermimpi
kamu terbiasa dibohongi
kamu dihibur ikut bernyanyi
kamu miskin bodoh dan sombong

- Sistem Kepemilikan/Koil/Blacklight Shines On

My Character at Patch Together

Posted in Curah Ide, Design, Internet, Toys

http://i159.photobucket.com/albums/t142/rizalrenaldi/reeblog/reeatpt.jpg

Yayyy! Dua dari desain karakter gua, gua submit ke PatchTogether. Sebenernya udah cukup lama memantau site ini, tapi baru ‘panas’ lagi sekarang gara-gara liat karakter yang menang bulan February 2008 kemaren, yang menurut gua sih cenderung biasa aja ;) tapi keren sih, keren karena udah menang. Huehue. Dua karakter desain gua: kiddO dan TreeBALOO udah nongkrong di design gallery PatchTogether sejak tadi malam, setelah seharian statusnya "waiting approval". Ya, setiap desain yang di submit harus melalui moderation/approval si empunya PatchTogether, entah apa yang disaring dari sistem moderation tersebut. Oh iya, PatchTogether ini adalah sebuah situs gallery buat showoff-nya para toys designer, untuk memamerkan design, konsep, video, blue-print design, drawing, sketch, doodle, or anything. Setiap bulan akan dipilih satu pemenang berdasarkan "most voted design" dari semua vote-nya registered member di PatchTogether, dan si pemenang akan mendapat uang tunai, serta desainnya akan direalisasikan menjadi sebuah mainan oleh PatchTogether. Isn’t that cool.. :)

Ok guys, please vote for my design ya… I really really want to see the design become a real toys :) Daftar aja jadi member PatchTogether, terus nanti langsung ke link berikut ini:
http://www.patchtogether.com/?Designs_Details&Id=271
untuk vote si kiddO, dan …
http://www.patchtogether.com/?Designs_Details&Id=270
untuk vote si TreeBALOO

Go Go Go! Vote my character design! ;)

UU ITE. And the chaos begin…

Posted in Curah Rasa, Curah Ide, Miscellaneous, Internet

Undang-undang Informasi Elektronik dan Transaksi Elektronik (UU-ITE). Beberapa poin rancangannya sih bagus, seperti yang saya baca di blog ini. Tapi kalo udah mulai-mulai sporadis (baca: ugal-ugalan membombardir situs yang gak ada kaitannya dengan hal negatif), bakal banyak yang protes nih. Salah satunya saya sempet memantau salah satu posting di milist Gadtorade, ada seorang member yang mengeluh tidak bisa mengakses situs forum kaskus.us gara-gara sore tadi sempet di blokir oleh ISP gara-gara mulai  disahkannya RUU-ITE hari ini menjadi UU-ITE.

Indonesia gak berubah menganut sistem politik komunis ala RRC kan? Apa ini tanda-tanda semangat reformasi dimana kebebasan mendapatkan informasi seluas-luasnya sudah mulai berakhir? kembalikah kita ke masa order baru? Kaskus baru salah satunya, besok dan besok dan besoknya lagi akan banyak website-website yang diblokir oleh pemerintah bekerjasama dengan ISP, dengan mengusung UU-ITE ini.

Kasian Indonesia ini, bangsanya mau maju kok susahnya setengah mati. Disaat ISP-ISP juga pelayanan ke konsumennya masih amburadul (mbok ya urusi lah itu dulu), seiring dengan media, terutama TV dan terutama juga acara infotainment kampret yang sebenernya 11-12 dengan situs porno dalam hal mengikis moral masyarakat, yang terlalu naif (cenderung tolol dan bodoh) mendiskreditkan "internet" dengan "porno" dan hal-hal negatif lainnya. Saya kesal. Sangat kesal. Seharusnya pemerintah menyadari satu hal mendasar bahwa sebenernya "hal negatif" itu ada di dalam kepala manusia, bukan di mediumnya. Tutup situs porno? bagus, tapi jangan malah situs-situs yang gak ada hubungannya sama pornografi juga ditutup.

Proses untuk menjadi pintar memang susah, terlebih menyadari bahwa tangkup otoritas ternyata dipenuhi orang-orang bodoh.
Kapan bangsa ini mau dewasa, jika pemikirannya selalu seperti anak-anak?

Copy RUU ITE berformat .doc bisa didownload via link ini. Versi pdf-nya bisa didownload via link ini. (Update: Sori link ke forum detik.com itu sepertinya harus register dulu, kalo males register di forum detik.com, ini udah gua re-upload ke mediafire, silahkan didownload via link ini.