Tulisan berikut ini bukan sebuah tutorial atau tips dan trik seputar AdSense, tapi tulisan ini adalah sebuah sharing tentang apakah layak sebuah portfolio website personal, ditempeli iklan-iklan AdSense. Walaupun gua sebagai orang yang bekerja disebuah perusahaan periklanan, tapi kok rasanya "tidak layak" jika sebuah website portfolio pribadi kita ditempeli iklan-iklan. Gak salah sih, dan gak haram juga, tapi act wisely and know the right place to show some advertising material is good thing to start consider this thing. Saya secara pribadi juga tidak terlalu menguasai teknis AdSense. Hal-hal yang saya tahu hanya sebatas kulit luarnya saja. Jadi, mohon dikoreksi jika ada pernyataan-pernyataan saya yang keliru, terutama seputar teknis AdSense.
Oh ya, sebelumnya, kenapa saya menulis tentang hal ini karena kemarin saya gatal melihat sebuah website personal portfolio yang memasang AdSense di halaman muka website-nya, dan menurut saya, memasang AdSense di website personal portfolio adalah sebuah kekeliruan. Saya nggak akan menyebutkan website-nya, silahkan anda temukan sendiri di jagat raya internet
.
Sebuah website dengan jenis portfolio pribadi, merupakan sebuah "channel" self-promotion sekaligus juga self-branding dengan menggunakan medium dunia maya (internet). Dengan kita membuat sebuah website portfolio pribadi, diharapkan citra (image) diri menjadi meningkat disatu sisi (personal branding issue), dan disisi lain berfungsi juga untuk meraih klien-klien baru (promotion issue). Dua hal ini bisa berlangsung sejalan dan beriringan, tanpa harus saling mengorbankan satu sama lain. Website dengan jenis personal portfolio website tentu saja berbeda fungsinya dengan website dengan jenis dan kategori lain. Karena fungsinya yang berbeda pula itu, maka user yang berkunjung ke website jenis personal portfolio website juga akan berbeda dengan user yang datang ke misalnya detik.com.
Seperti yang mungkin sudah anda ketahui mengenai sistem AdSense, bahwa mereka akan memasangkan sebuah iklan berbentuk tekstual yang disesuaikan content iklannya dengan content sebuah website tertentu. Jadi misalnya jika isi dari website anda kebanyakan berupa artikel-artikel desain grafis, secara terus menerus dan berkala anda mengulang keyword "desain", "desain grafis", atau keyword lain yang hubungan dengan desain di artikel anda, maka AdSense akan menyesuaikan content iklan dengan tema "desain grafis". Nah, sekarang coba anda bayangkan ketika website portfolio anda dipasangi AdSense. Sebutlah anda memiliki website portfolio yang berisi karya-karya desain grafis anda. Kira-kira AdSense akan menampilkan iklan apa ya? … Benar, AdSense akan menampilkan iklan-iklan yang berhubungan dengan desain grafis tentunya, yang kemungkinan besar merupakan pesaing anda. Dan itu berarti anda secara sukarela mengiklankan kompetitor anda, bukan? Walaupun betul, jika user yang mengunjungi website anda mengklik iklan AdSense yang berarti anda dibayar, tetapi saat itu juga anda kemungkinan besar sudah kehilangan satu orang calon klien yang mungkin saja seharusnya menjadi klien anda. *Setelah akhirnya saya memasang Google AdSense di blog ini, saya baru tahu ternyata ada fasilitas "Competitive Ad Filter" di Google AdSense, dimana kita bisa memasukkan beberapa URL yang kita anggap sebagai kompetitor kita, untuk kemudian di-block dan tidak akan muncul di website kita. Tapi konsekuensinya kita harus sering memantau iklan-iklan AdSense di website kita, dan mencatat URL-nya untuk kemudian dimasukkan ke list URL di "Competitive Ad Filter". Jadi, saya tetap dengan pendapat saya sebelumnya bahwa website jenis portfolio pribadi tidak layak disisipi iklan-iklan AdSense
Satu hal juga, terkait dengan user behaviour, user yang berkunjung ke sebuah website portfolio pribadi, biasanya dan kebanyakan lebih spesifik. Mereka mencari sebuah jasa atau produk. Maksud saya, coba bandingkan dengan user yang berkunjung ke, sebut saja, detik.com, atau ke sebuah weblog, apapun topik utamanya. Pengunjung detik.com atau weblog (blog), tidak sedang mencari sebuah jasa atau produk. Mereka sedang mencari sebuah berita, tulisan, bacaan, informasi, dan artikel, jadi ketika mereka disodorkan sebuah iklan yang AdSense yang berhubungan dengan website yang mereka kunjungi, tentu saja mereka akan senang, karena range informasi yang didapatkan akan terasa lebih luas bagi pengunjung. Dan sebagai dampaknya, si pemilik blog juga akan kecipratan rejeki, karena berarti si pemilik blog akan dibayar oleh advertiser (pengiklan) karena iklannya di-hit oleh user. Hal ini tentu saja akan menjadi berbeda ketika AdSense hadir di website portfolio personal anda.
Saya pribadi gak tahu sama sekali maksud dan tujuan si empunya website tersebut memasang AdSense di website portfolio pribadinya. Asal jangan sampai tujuannya (kalau mengingat istilah dalam bahasa Sunda) ngarawu ku siku, dalam bahasa indonesianya "mengambil pake sikut" (bagian ujung lengan), mungkin secara singkat bisa diartikan "rakus". Kalau sudah begitu wah berarti anda keliru berat. Bukannya dapet lebih, anda malah gak akan dapet apa-apa, hanya gara-gara salah meletakkan AdSense di tempat yang tidak tepat.