reeblog special: Bolo Yeung

Posted in Curah Rasa, Miscellaneous, Movie

reeblog special: Bolo Yeung

Jika Anda satu generasi dengan saya atau lebih tua dari saya mungkin bisa mengingat beberapa film action-kungfu yang pernah tayang di TV lokal (RCTI?) sekitaran tahun 90-an. Coba Anda ingat-ingat siapa tokoh jahat di film-film tersebut. Ya luar biasa, hampir bisa dipastikan film-film di era tersebut, semua peran penjahat diperankan oleh satu orang yang sama. Dia adalah sang legenda, Bolo Yeung sodara-sodara! Yang amat terkenal di film berjudul Bloodsport dengan peran, Chong Li! yeaaaa…

Kenapa reeblog membuat laman khusus dedikasi kepada Bolo Yeung? Berikut alasannya.

1. Saya (sewaktu kecil dahulu) paling sering mengulang-ulang kata: "Chong Li!!, Chong Li!, Chong Li!" ketika sedang bermain bersama kawan-kawan saya waktu itu, meniru salah satu adegan sorak-sorai penonton mengelu-elukan Chong Li yang terkenal bengis membabat habis semua lawannya.. yeaaaa!…

2. Kalimat kedua yang juga sering saya ucapkan adalah: "Yu ar neks!" (dari: You are next!), yang juga merupakan kalimat yang paling sering diucapkan Chong Li di film Bloodsport, yang (sepertinya) dimaksudkan untuk menakuti lawannya yang akan bertarung dengannya. Saya ingat persis kalimat ini sering sekali diucapkan oleh Chong Li di film Bloodsport, bersama Jean-Claude Van Damme (mm, dan bahkan dibeberapa film lainnya kalo saya nggak salah. cmiiw.). Karena seringnya, sampai-sampai ada kalanya kita muak mendengar kalimat ini keluar dari mulut Chong Li.. ya, saking terlalu seringnya! … You Are Next! yeaaa!…

3. Selain dua poin diatas yang berkaitan dengan kata atau kalimat, tentu masih ada lagi yang spesial dan unik dari Bolo Yeung alias Chong Li… Dadanya yang naik-turun! sodara-sadara! Hah, yang ini tak kalah memorable, yang pernah menonton Bloodsport dan melihat aksi laga Chong Li pasti ingat bagaimana dia mempermainkan lawan dihadapannya dengan menggerakan dada (buah dada) naik-turun. Walalupun sedikit menjijikan sodara-sodara, tapi adegan tersebut sangat memorable sekali pada saat itu. Bisa dibilang, film Bloodsport-lah yang mempopulerkan gerakan "toket" naik-turun tersebut, jauuhhh woohh sebelum iklan sebuah minuman energi mengadaptasinya akhir-akhir ini.

4. Alasan lainnya yang tentu tak kalah mencengangkan adalah beberapa fakta yang saya dapatkan dari laman Bolo Yeung di Wikipedia ini dan di IMDb ini. Pertama coba lihat tanggal lahirnya Bolo Yeung, 3 Juli 1938 sodara-sodara! saat ini berarti dia sudah berumur 70 tahun! … Eiit sebentar, coba lihat list judul film yang pernah ia perankan selama ini. 104 film sodara-sodara, dan coba lihat film yang paling baru, dan bahkan saat ini ia masih aktif bermain film, 2008 sodara-sodara! diumur 70 tahun! 

Apakah Anda juga punya pengalaman unik tentang Si Chong Li ini? :)

*Special thanks to: Abim CMM yang sudah memberikan ide untuk mengangkat Bolo Yeung di reeblog.

Movie Review: Electroma

Posted in Music, Movie

Electroma

Satu kata saja: Aneh. Eitss, tapi sebentar, walaupun satu kata itu sedikit bermakna negatif, tidak lantas tulisan ini dibuat untuk memaki-maki sebuah film berjudul Electroma. Tidak. reeblog bukan tipikal begitu. Semua yang tertulis disini tentu saja semua yang sang penulis (saya) suka, kalau saya nggak suka, ngapain di-review? hehe. Back to the topic.

Electroma adalah judul sebuah film garapan duo asal prancis, Thomas Bangalter dan Guy-Manuel de Homem-Christo, yang sangat dikenal di scene musik elektronik sebagai Daft Punk. Dirilis tahun 2007 dan 2008, film ini merupakan film ketiga mereka setelah D.A.F.T dan Interstella 5555. Electroma juga sempat tayang di festival film Cannes, dan hampir sebagian besar penonton saat itu meninggalkan teater tempat film itu diputar sebelum film berakhir. 

Film experimental ini bercerita tentang dua robot (mirip dua personil Daft Punk) yang mengunjungi sebuah kota kecil untuk merubah diri menjadi manusia. Scene dibuka dengan dua robot menaiki sebuah mobil dengan plat bertuliskan “HUMAN“, menuju ke sebuah kota kecil. Mereka berdua berniat untuk merubah diri menjadi manusia di sebuah fasilitas eksperimental. Dua robot ini dilumuri cairan latex yang menutupi helm mereka menjadi sebuah wajah manusia. Penduduk kota yang semuanya adalah robot, dengan atribut helm yang sama dengan Daft Punk gunakan, marah dengan apa yang mereka lakukan, sampai akhirnya mereka berdua dikejar-kejar oleh penduduk lokal kota kecil tersebut. Latex yang menempel di helm mereka pun luntur karena panas matahari. Film berakhir dengan dua robot tersebut yang bunuh diri di tengah padang pasir gersang. Satu robot bunuh diri dengan mengaktifkan tombol ’self-destruct’ di punggungnya, dan satu robot lagi bunuh diri dengan membakar diri.

Film dengan durasi hampir 70 menit ini total tanpa dialog. Beberapa scene juga sangat panjang durasinya. Cenderung membosankan. Ekspektasi awal saya ketika menonton film ini, bahwa saya akan menemukan lagu-lagu Daft Punk diputar di film ini. Saya salah. Tidak ada satupun lagu Daft Punk diputar di film ini, bahkan lagu-lagu yang menjadi back song film ini merupakan lagu orang lain, yang bukan lagu Daft Punk. 

Electroma

Film ini sebetulnya sangat sederhana. Plotnya standard. Hampir tak ada yang spesial dari film ini. Cenderung membosankan, sangat surealis, absurd dan seperti yang saya bilang, aneh. Tapi justru itulah menariknya! Saya melihat banyak sekali scene-scene yang mencoba menggunakan bahasa visual yang sebetulnya sederhana, tapi itulah esensi bahasa visual. Dari awal sebenarnya film ini sudah mencoba bertutur visual. Sepinya suasana padang pasir gersang, bebatuan tebing yang membisu seolah membentuk sosok tertentu, sampai ke hal yang sangat sederhana, plat mobil bertuliskan “HUMAN“. Tanpa ada sound effect, tanpa ada musik, tanpa ada dialog, aspek-aspek itu membentuk ambient tertentu yang saya pikir pas untuk film ini. Semua visual ditampilkan apa adanya, tanpa ada campur tangan manipulasi teknologi. Jikapun ada, hal tersebut tidak dimaksudkan untuk memanipulasi visual dan membuat ‘efek spekta’ dari film ini. Oh ya, jika anda juga mendengarkan rilisan Daft Punk, pasti anda sudah mengerti apa yang mereka maksudkan dengan menuliskan “HUMAN“ pada plat mobil tersebut.  

Film ini menjadi perlu bagi mereka yang bosan dengan ke-super-fantastis-an film-film hollywood yang penuh dengan efek dan manipulasi visual. Jujur saya akui, film ini juga tidak terlepas dari Daft Punk sebagai sosok subjek dibalik film ini, yang membentuk pola pikir saya ketika menonton film ini. Sebagaimana juga film-film eksperimental lainnya, film ini ditujukan sebagai alternatif hiburan dan alternatif santapan visual, yang buat saya menjadi stimulus yang membangkitkan ide dan imajinasi.

Saw movie Billy 12″ figure

Posted in Toys, Movie

Billy Saw Movie Neca 12\

Billy Saw Movie Neca 12\

Jeng jeng jrenggg! Introducing Billy The Puppet from Saw movie! Yeah, I’ve got him right now :D This is Neca’s released 12" figure come in box completely with tricycle like in the real movie! I’ve been into Saw since it’s first movie, and since then, beside Jigsaw’s games and traps ideas that I was amazed to, another thing that interested me is this Billy. In the movie, Billy is the one and the only Jigsaw’s representative figure. He always come to greeting the victims, with Jigsaw voice recorded on it. Actually He doesn’t always come to greet the victim, but occasionally he just came up with his tricycle nowhere from the corner of dark alley. The image of billy is cool but also very terrifying. It always make victim scared :)  

Ok, here is a couple of my reviews at this figure. First it’s a huge figure ;) Yes, i know it is 12" figure right before I bought it, but I did not expect that this figure is so big :D I was bought it from a seller at Kaskus, so I have no idea about the real figure will come exactly ;) The figure is almost close with the real Billy from the movie, especially the white mask face. I never expect the body was made from plastic, I thought it will came up with a plush fabric with a solid riggs inside it. And also the plastic body (it suit) color seem to much grey, the one on the movie have a solid black color.

The figure also have a couple of articulations, altough it is very very limited articulation, but it was great. The (very tight spinning) head, the left and right hands-shoulders joint, both of knees, and both feets. The bike is ok, all tires can spinning but the pedals are fixed. The bars also fixed, it can’t be spin left or right. This figure also came up with sound. There is a on/off button on the back, and another button to activate the sound. I’ve been counted there is 5 Jigsaw’s phrases taken from the movie plus one Billy’s laugh like evil grin. That 6 phrases are: "So are you going to watch yourself die today? Or do something about it?", "There are ways to win this", "Let the game begin", "Live or die, make your choice",  "Congratulations, you are still alive", and Billy laughing sound. The last thing is, when the figure come up with the bike, the bike is so unstable. I’ve worried that the bike frame can be broke any time. But I think it won’t. I’m sure Neca has calculating the weight of the figure and how the bike can handle it’s weight ;)

The last thing, overall this is a great figure, especially for the people who loved Saw movie, and always amazed with Billy. In the upcoming Saw V movie, which will be release on October this year, we will find out the origin of Billy. What the reason behind Jigsaw designed Billy, the philosophy behind Billy, and why Billy? All those question will be answered on Saw V. Uuughh, that sound so interesting right? ;) The one thing that I just know lately is that Jigsaw was actually a toys designer. Mmmhh, it’s even more interesting fact! Can’t wait until October to watch Saw V! :D
  
Another pictures of my Neca 12" Billy The Puppet figure:
   

SAW V Trailer

Posted in Movie


Huuhh, just can’t wait much longer for Saw V movie. Officially will be release on October 24, 2008, this fifth movie will be the end of Saw installment. The jigsaw was dead, but the game is not over. This is the end of the game.

Helvetica Movie by Gary Hustwit

Posted in Advertising, Design, Video, Movie


http://i159.photobucket.com/albums/t142/rizalrenaldi/reeblog/PXAM34DVD.jpg

About The Film

Helvetica is a feature-length independent film about typography, graphic design and global visual culture. It looks at the proliferation of one typeface (which will celebrate its 50th birthday in 2007) as part of a larger conversation about the way type affects our lives. The film is an exploration of urban spaces in major cities and the type that inhabits them, and a fluid discussion with renowned designers about their work, the creative process, and the choices and aesthetics behind their use of type.

Helvetica encompasses the worlds of design, advertising, psychology, and communication, and invites us to take a second look at the thousands of words we see every day.

The film was shot in high-definition on location in the United States, England, the Netherlands, Germany, Switzerland, France and Belgium. It is currently screening at film festivals and special events worldwide.

Interviewees in Helvetica include some of the most illustrious and innovative names in the design world, including Erik Spiekermann, Matthew Carter, Massimo Vignelli, Wim Crouwel, Hermann Zapf, Neville Brody, Stefan Sagmeister, Michael Bierut, David Carson, Paula Scher, Jonathan Hoefler, Tobias Frere-Jones, Experimental Jetset, Michael C. Place, Norm, Alfred Hoffmann, Mike Parker, Bruno Steinert, Otmar Hoefer, Leslie Savan, Rick Poynor, Lars Müller, and many more.

(taken from Helvetica Movie official website — www.helveticafilm.com)

This movie is GREAT. I personally write the word "great" with capital letters, because it’s just really great. "Helvetica" adalah sebuah film dokumenter yang dibuat oleh Gary Hustwit di tahun 2007 tentang Tipografi dan Desain Grafis, yang mengangkat jenis huruf (typeface) yang diberi nama Helvetica, sebuah jenis huruf yang di desain oleh Max Miedinger di tahun 1957. Film ini juga menandai ulang tahun ke-50 Helvetica. Huruf Helvetica yang termasuk dalam keluarga Sans-Serif ini disebut sebagai jenis huruf universal yang menandai dimulainya gerakan Swiss Design (International Swiss Design). Nama "Helvetica" terinspirasi dari nama latin untuk Swiss (Switzerland) yaitu "Helvetia". Karena tidak memungkinkan memberi nama huruf dengan nama negara, maka Helvetia disisipi huruf C menjadi Helvetica.
"…it should be neutral, it should have a meaning at it’s self; the meaning is in the content of text, not in the typeface. That’s why we love Helvetica so much."  - Massimo Vigneli

"it’s a crap, because it’s on every corner"  - Designers United

"- for me Helvetica is just beautiful timeless thing, and certain things shouldn’t be messed with"  - Michael C. Place (Build)


Dari menit awal film ini dimulai, hampir semua ucapan dari semua nara sumber penting banget, sampe-sampe gua yang tadinya mau nyatet beberapa quote penting malah kayak bikin transkrip film :D Berdasarkan apa yang gua tangkep, sebenernya isu yang paling mendasar dari film ini adalah perihal perbedaan pemikiran tentang tipografi diantara desainer grafis era 60an awal yang sekarang udah bangkotan (era modernism Massimo Vignelli; desainer signage New York Subway), desainer grafis era 80an (era postmodernism Emigre dan David Carson, Stefan Sagmeister, dll), dan desainer grafis era abad 21. Berdasarkan apa yang mereka ucapkan di film ini, keliatan banget sudut pandang mereka tentang Helvetiva (khususnya) dan Tipografi (umumnya). Desainer era Massimo tentu saja memuja Helvetica karena kesederhanaannya dan legibility-nya (baca: keterbacaan sebuah huruf). Desainer era Carson dan Sagmeister yang booming di era "grunge typeface", memaki-maki Helvetica justru karena kesederhanaannya, yang mereka bilang "tanpa jiwa", gak ada karakter, gak ada personalitas (personality). Nah justru yang menarik desainer era abad 21 justru malah blurred. Ada beberapa desainer menganggap Helvetica adalah the best typeface ever created, ada juga yang menganggap Helvetica is justs another crap, dan malah ada juga yang malah gak berpihak mmm, well i known Helvetica so much, but it’s just already there, sometimes i used it, and sometimes not. 

Bakal jadi buku kalo gua ceritain semua disini :P yang pasti film ini BENER-BENER menarik terlebih buat seorang desainer grafis. Believe me, every single word that came out from all the peoples in this movie are really important, especially to re-understanding what is typography and how it’s became the most important aspect in graphic design. 5 stars from me, two, three, five thumbs up. Very recommended.

Resources:

• Tentang jenis huruf Helvetica
http://en.wikipedia.org/wiki/Helvetica
http://typophile.com/node/13514?

• Tentang film Helvetica
http://www.helveticafilm.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Helvetica_(film)
http://www.imdb.com/title/tt0847817/

• Tentang tokoh-tokoh desainer grafis dan typeface designer
http://en.wikipedia.org/wiki/Typography
http://en.wikipedia.org/wiki/Massimo_Vignelli
http://en.wikipedia.org/wiki/Max_Miedinger
http://en.wikipedia.org/wiki/David_Carson_(graphic_designer)

Metal: A Headbanger’s Journey

Posted in Curah Rasa, Music, Video, Movie

http://i159.photobucket.com/albums/t142/rizalrenaldi/reeblog/MV5BMjE5NzQ0MjA0M15BMl5BanBnXkFtZTc.jpg

Metal, Metal dan Metal.. yeah, untuk para metalheads dan headbangers, DVD Metal: A Headbanger’s Journey ini bisa dipastikan merupakan santapan wajib dipagi hari sebelum beraktivitas. Adalah Sam Dunn, seorang metalhead dari Toronto, Kanada berumur 30 tahun sekaligus seorang antropolog, membuat sebuah film dokumenter tentang sejarah musik metal ini. Film ini menjadi menarik karena seorang Sam Dunn merupakan dua sisi sekaligus dalam satu fisik. Satu sisi dia adalah seorang penggemar musik metal sejati, sejak umur 12 tahun sudah mulai mendengarkan musik metal, dan disisi lain juga dia adalah seorang antropolog, menjadikan film ini tetap analitis dan akademis tanpa kehilangan aroma asli metal.

Riset yang Sam Dunn lakukan cukup mengesankan, tak kurang dari 20 band metal pioneer era 60-an sampai era sekarang dia wawancarai, Bruce Dickinson (Vokalis Iron Maiden), Tony Iommi (Gitaris Black Sabbath), Alice Cooper, Geddy Lee (Rush), Tom Araya (Slayer), Rob Zombie, Lamb of God, Munky (koRn), Joey & Corey (Slipknot), Tom Morello (Rage Against The Machine), Dio, Motorhead, Canibal Corpse, Angela Gossow (Vokalis Arch Enemy) dll. Tak hanya musisi, Sam Dunn pun bahkan mewawancarai sosiolog, penulis, fans, DJ, bahkan pendeta. 

Beberapa scene yang menurut gua cukup menarik ketika Dio menjelaskan darimana asal mula posisi tangan metal/"devil horn" (Jari manis dan jari tengah ditekuk, diapit oleh jempol, dan jari telunjuk dan kelingking keatas; lihat foto di cover DVD diatas), yang konon terinspirasi dari masyarakat Italia, sebagai "posisi jari untuk menangkal setan". Posisi jari tangan ini sedikit berbeda dengan masa-masa kejayaan heavy/trash metal di era Metallica, dimana posisi jempol tidak mengapit jari tengah dan jari manis, melainkan ikut keluar keatas. Gua masih belum tau perbedaannya apa antara kedua posisi jari-jari ini. :) Gua juga suka banget sama pemetaan musik metal di DVD ini. It’s really cool. Peta musik di DVD ini yang digambar ulang bisa dilihat di halaman wikipedia ini. Yang menarik juga ketika beberapa narasumber musisi ditanya siapakah band yang berjasa pertama kali mempopulerkan "metal/death/black metal", kebanyakan sih menjawab Black Sabbath sebagai band yang pertama yang identik dengan "metal", and i quite agree with that. 

Pokoknya DVD ini amat sangat gua rekomendasikan, bukan hanya buat para metalheads, tapi juga untuk siapapun yang tertarik, atau mungkin belum dan tidak pernah tahu lalu pengen tahu tentang sejarah musik metal, dan sajian DVD ini sangat menarik. Dijamin gak rugi beli dan nonton DVD ini. Sedikit bergosip-gosip, konon sih Sam Dunn bakal ngeluarin DVD part II-nya, dimana Indonesia juga menjadi salah satu negara yang akan dikunjungi Sam Dunn. Konoonn sihh begituu… Konon lhoo.. :)

Ubek-ubek lebih lanjut tentang DVD "Metal: A Headbanger’s Journey" ini:
http://www.metalhistory.com 
http://en.wikipedia.org/wiki/Sam_Dunn
http://www.imdb.com/name/nm0242757/ (Sam Dunn at IMDb)
http://en.wikipedia.org/wiki/Metal:_A_Headbanger’s_Journey
http://www.imdb.com/title/tt0478209/ (Metal: A Headbanger’s Journey at IMDb)
  

I Trust You To Kill Me

Posted in Curah Rasa, Curah Ide, Music, Movie

I Trust You To Kill Me - The Movie

Judul film nya sangar bgt ya? hehe.. sebelum membahas lebih jauh tentang film ini, gua mau chit-chat dulu.
Melihat semangat sebuah band dalam setiap langkahnya dalam berkarir selalu bikin gua tertarik dan kagum. Entah gimana, yang pasti spirit indie (kalo boleh disebut seperti itu) itu bikin adrenalin gua naik. Ya, gua tahu persis susahnya sebuah band, terlebih band yang memulai dari bawaaahhh banget, untuk mencoba merangkak itu susahnya kayak apa, believe me, I really know every single bit of it dan film ini merupakan salah satu film yang berhasil bikin semangat musikalitas gua meledak.

Ok, now about the movie. Awalnya juga gua gak ngerti ini film apaan, berhubung gua baca di back cover-nya ada kata-kata "rockumentery", jadilah gua beli. Film ini sebenernya footage asli dari rangkaian tour eropa sebuah band bernama Rocco DeLuca dan The Burden (RDaTB). First of all, I really have no idea, what band is that Rocca DeLuca and The Burden. Jadi film ini mendokumentasikan setiap gigs tournya Rocca DeLuca and The Burden di Eropa. Di film ini juga gua baru tau bahwa band ini, dibantu oleh seorang pemeran di serial "24" yaitu Kiefer Sutherland.

Judul film "I Trust You To Kill Me" sebenernya diambil dari judul album pertama Rocco DeLuca and The Burden. Band ini gua bilang cukup unik. Menggabungkan sound-sound folk amerika dengan alternative rock menjadi terdengar sangat keren. Oops, sebenernya RDaTB ini bukan ‘band’, dalam artian format band biasanya. Sebenernya otak dari band Rocco DeLuca and The Burden ini adalah si Rocco DeLuca ini. Gokil berat nih orang, suaranya keren, reach nadanya tinggi banget, skill maen gitarnya mantabs, really a great person for band leader. Musikalitas Rocco gua pikir udah sangat maksimal, gua bisa ngerasain kalo si Rocco ini nyanyi, keterlibatan emosi dalam setiap nada yang dia keluarin, gokill, nge-blend banget dan ’spirit’ itu pasti bisa lo rasain. Bisa jadi ini karena garis turunan keluarganya yang juga musisi, bokapnya kalo gak salah merupakan musisi keliling dari cafe ke cafe (coba cek link RDaTB di Wikipedia).

Satu scene yang gua rasa gokil banget adalah di akhir film ini. Si Rocco maen gitar sendiri di dalem studio sambil nyanyiin "I Trust You To Kill Me" versi akustik. I feel that emotion, dude, really great!

Overall, film ini pasti membosankan buat orang-orang yang gak terlalu penasaran sama "dibalik layar"-nya sebuah band. Pasti akan nganggap film ini sampah. Tapi buat orang-orang yang suka melihat "real struggling" sebuah band yang terdokumentasikan dalam sebuah film, gua saranin nonton film ini. :)  

Another Resources: 

http://www.itrustyoutokillmethemovie.com/html/home.html
http://www.imdb.com/title/tt0800081/
http://www.roccodeluca.com/
http://en.wikipedia.org/wiki/Rocco_DeLuca